Selasa, 24 Maret 2026

Beragam

Perenungan. Markus 2:1-12. 
Firman Tuhan berkata:
"Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring" (Ayat 4).
Di Dalam nats ini, diseputar tempat Yesus berada, saya menemukan paling tidak empat kelompok orang, yaitu:
Kelompok pertama, Yesus dengan murid muridnya. Mereka sedang melayani banyak orang dengan mengajarkan injil, tulus dan menangis untuk jiwa jiwa. Keberadaan mereka mengundang banyak orang dengan motivasi yang beragam.
Kelompok kedua, orang orang farisi. Golongan orang yang percaya Allah sekaligus tokoh Agama pelaksana syariat agama Yahudi. Pembela dogma agama tetapi nihil esensi nilai nilai pesan agama. Berjubah rohani tetapi tidak rohani. Jubah mereka hanya sekedar alat utk dapat hormat umat. Datang hanya untuk menyelidiki ajaran Yesus untuk menunjuk kesalahan sekaligus menjatuhkan dakwa hukum.
Kelompok ketiga, penggembira, kelompok kerumunan. Hadir di persekutuan dengan tujuan ngambang. Hadirnya asal, ikut ikutan dengan motivasi masing masing, yang cenderung menyimpang. Kelihatanya rohani tetapi sesungguhnya hanya kerumunan, Kelompok ini merupakan kerumunan yang sering membuat silau pandangan. Jumlah kelompok ini banyak tetapi justeru menjadi penghalang orang datang kepada Tuhan. Kelompok selanjutnya adalah pejuang iman. Pemilik iman yang hidup. Orang yang dengar injil, percaya Yesus dan membawa orang kepada Yesus. Mereka terus maju walau jalan tertutup. Mereka melupakan eforia sesaat dan lebih memilih buah kekal, jiwa jiwa yang hidup.
Disekitar gereja empat kelompok ini sangat nyata. Dan kelompok kerumunan ini sangat dominan. Orang farisi tukang kritik, munafik selalu mencari cari kesalahan. Kelompok kerumunan tergantung arus, mudah terombang ambing warta angin. Anti taat suka kumat. Gemar berpangku tangan suka cari mujizat senang euforia sesaat. Mudah bertepuk tangan dan latah ucap “haleluya” namun hampa kesetiaan bahkan menertawakan kebenaran. Mereka hanya team penggembira tidak berakar di gereja, tetapi ada dimana mana😄. Dimana ada gula kerumunan pindah kesana. Semoga kelompok yang seperti ini segera berubah sebelum Tuhan Yesus datang menutup zaman. Semoga!!!! 
Tuhan memanggil setiap umat mengikuti kelompok keempat. Fokus kepada Yesus dan kepada jiwa jiwa. Setiakawan, kreatif dan rela berkorban. Beribadah dengan hati rindu, melayani dengan tulus hati. Taat otoritas, menjaga nama baik hamba Tuhan. Semangat cari nafkah, anti menyerah, kreatif saat langkah terhambat. Tuhan Yesus selalu setia kehadiran-Nya nyata, kasih dan kuasa-Nya sumber mujizat. Amin, Gbu selalu. Shalom…

Rabu, 11 Februari 2026

IMLEK YANG DIDAMBA

*Matius 4:19*  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
*Shalom...!!* Melaui nats ini saya menemukan Tiga panggilan kepada setiap orang yang rindu jadi murid Kristus dan memikmati berkat-Nya.  
Ketaatan pada ketiga panggilan tersebut akan diikituti infartasi  kuasa dan mujizat. Apakah ketiga panggilan yang dimaksud tersebut? Panggilan tersebut adalah: 
✅Panggilan Pertama, panggilan pertobatan, (*Mari*). Setiap orang yang ikut Tuhan dan ingin jadi pelayan Tuhan wajib bertobat, tanpa terkecuali. Apalagi yang sudah jadi orang Kristen. Tobat artinya akui dosa dan tinggalkan, maka semua clear. Firman Tuhan betkata: "jika kita mengaku dosa kita, maka IA setia dan adil sehingga IA mengampuni segala dosa kita dan menyucikan dari segala kejahatan.1Yoh 1:9. Bertobat itu penting dan sangat menentukan. Setelah bertobat lanjut ketahapan berikutnya.
✅Panggilan Kedua, Panggilan bersekutu (*ikutlah Aku*). Orang yang sudah berobat harus bertumbuh. Supaya bertumbuh harus bersekutu, intim dengan Tuhan. Saat teduh, ikut pemuridan, ikut doa bersama. Taat firman, aktif ibadah. Melihat, kemudian terlibat atau turun tangan. Ringan tangan mendukung kegiatan gereja. Hormat pimpinan taat aturan, Tuhan dipuji ditinggikan. Nyanyian "Haleluya" terus berkumandang.
✅Panggilan ketiga, Panggilan Melayani (*Penjala manusia*) Semua orang Kristen dipanggil jadi penjala manusia, jadi saksi. Jadi anggota jemaat yang Aktif bukan yang fasif. Dengan apa kita menjala?  Melalui teladan disegala temat. Di bisnis jadi teladan. Di kantor jadi teladan. Ethos kerja jadi teladan. Bertetangga jadi teladan. Yang suka ngerumpi omongin tetangga ditinggalkan saja. Di gereja jadi teladan. Sifat yang suka omongin gembala atau ngomongin pengerja tinggalkan saja. Jika boleh, sifat seperti itu dibuang kelaut supaya nggak balik lagi🙂. Bukankah kamu selalu didoakan? Bukankah kamu selalu diberkati? Kok masih ngomongin jelek? Itu namanya Terlaluuuu!!!. Air susu harus dibalas dengan air madu 😘 bukan dengan air tuba. Doa itu apalagi 'doa berkat' jauuuuuh melebihi air susu. Sebaliknya ngomongin jelek pengerja dan gembala jauuuuh lebih pahit dari air tuba. Berubahlah!! Saudara, saat saya dan saudara melayani maka berkat besar di pihak kita. Hak kita tersebut adalah: disertai kemana saja dan sampai akhir zaman. Matius 28:20. Selanjutnya, Kuasa Rohkudus berkarya melalui kita, Kisah 1:8. Kemudian kekuatan yang selalu baru dan luarbiasa menopang kita, haleluya. Filipi 4:13. Sungguh hebat rancangan Tuhan Yesus Kristus. Kita diberkati supaya jadi berkat. *Bertobat, Bersekutu dan Melayani tiga serangkai utuh bagai rantai*. 
Untuk kita yang melayani, hati hati. Muliakan dan hormati selalu Altar Tuhan. Altar gereja adalah simbol Ruang Maha Kudus. Altar gereja bukan panggung duniawi, melainkan zona suci. Semakin banyak jadwal dirimu naik di altar suci, sikap hormat harus ditunjukkan, hidup harus semakin suci. Pengalaman menunjukkan semua yang sudah biasa di lakukan akan terasa jadi biasa biasa, resfecknya hilang kemudian jatuh. Hati hati!!!Semangat dan waspada!! 
Gbu selalu. 




Boleh dishre kejemaat masing-masing😇😇

Minggu, 08 Februari 2026

KONGLOMERAT

Shalom, selamat hari Jum'at!! Saudara bekerja keras luarbiasa, giat hidup hemat ketat, menabung dengan tekun, invest dengan berjerih payah, tetapi tiba2 semua berkurang drastiss, bocor bahkan habis tiada bekas? Jika pernah biarkanlah, tidak perlu lagi disesali. Masih sedia waktu bertobat berdoa dan berjuang supaya tidak terjadi lagi. Firman Tuhan hari ini memberi pencerahan yang dahsyaaat. Mari kita camkan bersama: jika hanya membawa atau memberi persembahan persepuluhan ternyata itu belum memberikan apa apa. Karena tindakan memberi persembahan persepuluhan itu hanya baru tahap *mengembalikan* milik Tuhan. Namun walau demikian kepada orang atau keluarga yang taat mengembalikan persepuluhan, disebut Tuhan sebagai orang atau keluarga yang taat dan jujur. Sebaliknya Tuhan menyebut "penipu" kepada orang yang tidak membawa persembahan persepuluhan tersebut. Menurut KBBI arti menipu ialah "perbuatan tidak jujur, curang, atau bohong yang dilakukan untuk mengecoh, menyesatkan demi keuntungan diri sendiri". Dalam kuhap sudah termasuk pidana pasal 378, sementara dihadapan Tuhan merupakan perbuatan dosa. 
Tuhan berfirman di kitab Maleakhi 3:8-10: "Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!"(ayat 9)
Mengapa Tuhan Bersabda begitu keras dan lugas tentang hal persepuluhan tersebut? Ada empat tujuan Tuhan dibalik perintah tersebut, yaitu: Pertama, supaya jemaat menjadi pribadi atau keluarga yang diberkati, bukan sebagai penerima kutuk.
Kedua, supaya setiap pribadi atau keluarga dilindungi dari pengeluaran tidak terduga, dari roh boros dan dijauhkan dari scamming atau komplotan penipu digital. 
Ketiga, supaya terkenal sebagai pribadi atau keluarga yang berbahagia. Mengapa jadi berbahagia? Karena mereka rukun, hatinya damai dan miliknya utuh bahkan bertambah-tambah, berhasil.
Keempat, karena kelangsungan pekerjaan Tuhan didunia ini melalui gereja-Nya harus berhasil serta tuntas. Tuhan berfirman di kitab 2Tawarikh 31:2-21(TB):  Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan persepuluhan dari segala sesuatu dalam jumlah yang besar. 
Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya. 
Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil. (Ayat 5,20-21). Mengembalikan milik Tuhan melalui persembahan persepuluhan dampaknya sangat luarbiasa. Dampaknya terjadi karena ketaatan jemaat pada firman Tuhan yang tertulis dikitab suci bukan karena besar kecilnya uang yang dikembalikan. Karena adalah fakta bahwa jumlah uang yang Tuhan titipkan kepada setiap jemaat itu berbeda beda. Namun saat dikembalikan dengan taat dan setia semua menerima berkat yang sama dan sangat luar biasa. Haleluyah. Pendeta yang mengajarkan dan mendorong sidang jemaatnya mengembalikan milik Tuhan adalah pendeta yang cinta kepada jemaat. Pendeta yang ingin melihat setiap anggota jemaat berhasil dan berbahagia. Haleluya. Mari kita penuhi rumah Tuhan Aletheia penuh makanan seperti di zaman Hizkia. Taat setia dan jujur, haleluya..... Gbu selalu

Covenant

Mengapa Tuhan yang kita kenal dan kita sembah didalam nama Tuhan Yesus Kristus di sebut sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub (Israel)? Jawabnya adalah karena Allah itu menyampaikan janji ke Abraham dan anak dan cucunya dan setia  menggenapi tersebut. DIA adalah Allah yang berjanji sekaligus Allah yang menggenapi.  1Tawarikh 29:18. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. 
Jemaat Aletheia yang diberkati Tuhan. Dengarkan janji Tuhan dan percayai, DIA akan menggenapi. Sabar menunggu seperti Abraham, tetap yakin  seperti Ishak dan tetap teguh disegala keadaan seperti Yakub. Ingatlah selalu, beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus berkatmu besar. Gbu selalu

Kamis, 29 Januari 2026

PIKIRAN SUCI

Shalom, selamat pagi!! Firman Tuhan: 
"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik". (Amsal 24:3-4.) 
Ada empat berkat chusus diberikan kepada setiap pribadi yang melekat kepada Tuhan Yang Maha Tinggi, yaitu Hikmat, kepandaian, pengertian dan passion atau semangat untuk mencari nafkah. Ke empat berkat chusus tersebut berguna untuk mendirikan rumah, untuk menegagkan rumah serta untuk mencari barang berharga sebaga isi kamar rumah. Mengapa harus rumah? Apa kaitannya dengan hikmat? Saudara, rumah bukan sekedar tempat berteduh atau sekedar tempat tinggal. Tetapi lebih dari pada itu. Rumah adalah tempat berkumpul, tempat berinteraksi, dan tempat membangun hubungan hubungan. Rumah adalah tempat pertama dimana orang belajar memberi atau menerima. Rumah adalah tempat pemenuhan kebutuhan fisiologis, psikologis dan ekonomis. Rumah adalah tempat orang pertama kali merasakan dicintai dan mencintai. Merasakan memiliki dan dimiliki. Merasakan kesadaran punya hak dan kesadaran akan kewajiban. Peran rumah untuk perkembangan kepribadian orang sangat menentukan. Itulah alasan mengapa Tuhan yang harus jadi Arsitek Utama membangun rumah. Untuk apa rumah dibangun, dari mana uang membangun, siapa yang akan tinggal dirumah dan apa yang dilakukan didalamnya, semuanya harus sesuai firman Tuhan. Kemudian kamar bukan hanya sekedar tempat untuk tidur atau sebuah tempat relaksasi, tetapi juga sebagai ruang meditasi pribadi sekaligus sebagai tempat evaluasi aksi disepanjang hari yang dilalui. Di kamar dengan refleksi diri yang santai setiap pribadi merancang strategi mewujudkan nilai nilai kristiani sebagai fundasi interaksi sekaligus membingkai aksi dan strategi mencapai mimpi. Semuanya itu di kaji kembali dikamar yang damai. Sari hasil kaji jadi cahaya yang meneduhkan hati, mengukir damai penghantar lelap dalam buai indahnya mimpi sampai terjaga kembali di pagi segar tersapa mentari pagi. Canang suci dengan senandung puji mereproduksi energi untuk menjadi saksi yang berkilau dalam aktivitas disepanjang hari. 
Saudara, betapa dahsyat dampak hikmat dari Tuhan. Sungguh beruntung saya dan saudara menjadi seorang pribadi yang selalu melekat dengan Tuhan dan yang selalu mendukung gereja-Nya. Maju terus jadi orang yang baik hati, Haleluya, Gbu selalu. Shalom

Sabtu, 17 Januari 2026

KASIH LOVE HOLONG

Shalom, Selamat hari Minggu, Selamat Pagi!! Firman Tuhan:
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih". (1 Yohanes 4:18).
Saudara, satu satunya cara menikmati hidup adalah ketika menyadari betapa besarnya kasih Allah kemudian hidup didalam kasih Allah tersebut. Hidup di dalam kasih Allah itu paling tidak menumbuhkan tiga hal besar. Yaitu: Pertama,  membuat saya dan saudara akan selalu melihat hidup ini dari sudut pandang baru yaitu sudut pandang Tuhan. Memandang setiap orang sebagai rekan berjalan bukan sebagai alat mencapai tujuan. Memandang pekerjaan-bisnis BUKAN hanya sebagai sumber cuan dan untung melainkan juga *sebagai ladang kesaksian*.
Kedua, akan mengalami sebuah kebebasan unik yang dari Allah. Dimana setiap kebebasan harus disertai dengan tanggungjawab. Kasih dan keadilan Allah sejalan. Kasih-Nya akan selalu mendorong saya dan saudara memikirkan akibat dari setiap kebebasan yang aku lakukan. Keadilan-Nya sebagai warning hukum yang pasti aku terima. Sebuah sikap hidup yang sesuai dengan kebenaran-Nya. 
Ketiga, hidupmu dan hidupku akan menjadi hidup yng berkelimpahan karena bebas dari rasa takut. Salah satu arti bebas dari rasa takut adalah mengantisifasi segala sesuatu termasuk sesuatu yang menakutkan dengan banyak menabur kasih. Semakin besar kasih ditabur semakin besar  kemenangan kita dapatkan. Kasih yang selalu tertabur dampaknya sungguh hebat:  Saat saya dan saudara berhadapan dengan situasi yang tidak bersahabat, secara otomatis perisai ajaib bekerja menaungi kita, haleluya.  Kemuliaan dan kuasa Allah melingkupi saya dan saudara, Amin!. Inilah rahasia dibalik "kasih Allah", kasih tanpa pamrih, kasih kristiani. Gereja yang benar adalah gereja dimana Kasih tumbuh-kembang. Itukah fundasi visi yang sesuai dengan Visi Tuhan Yesus Kristus. Teruslah membangun diatas fondasi visi tersebut, jangan kemana mana😇
Saudara, lanjutkan percayamu kepada Tuhan Yesus Kristus. DIA adalah Allah Yang Mahakuasa Pencipta Langit dan Semesta. Hidupi kasih-Nya karena hidup di dalam kasih Allah adalah bukti penyembahanmu. *Berbahasa roh itu Alkitabiah apalagi berbahasa kasih*👍🏼 Jiwamu tenang dan happy. Wajahmu berseri walau tanpa make up tujuh lapis sebab tabir suria alami tercurah membalut kulitmu, haleluya😊. Majorem gloriam dei. Amen. Gbu selalu

Rabu, 14 Januari 2026

Untung

Shalom selamat pagi!! Sungguh beruntung jadi umat Tuhan Yesus Kristus, terutama jika terus bertumbuh sesuai rencana-Nya. Pertumbuhan rohani membawa seseorang kepada status jadi pribadi yang "berasal dari Allah" dan memiliki pengalaman "melihat Allah". *'Berasal dari Allah' merupakan status impian manusia*.  Dan *'melihat Allah' merupakan sebuah moment impian seorang percaya*. 
Ternyata Status dan moment ajaib tersebut bisa dialami seseorang yang melakukan sesuatu yang mulia terhadap sesamanya. Demikianlah firman Allah, di kitab 3Yohanes 1:11: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah".

Meniru yang baik dengan melakukannya adalah kuncinya. Berkat dan kasih merupakan kumpulan salery yang dinikmati dan disalurkan orang yang "berasal dari Allah" tersebut. Dia dberkati dan menjadi berkat besar. Haleluya. Mengalami mujizat dan menyatakan mujizat merupakan arti 'melihat Allah'. Pengalaman rohaninya selaras dengan pembaruan budinya. Dia membangun orang yang mulai lemah dan mendorong maju orang yang sudah mau menyerah. Dia sangat faham apa artinya jadi berkat!! Dia mengerti posisinya saat mendengar saudaranya diomongin buruk. Dia sangat mengetahui perbedaan yang  benar dan yang jahat.
Ngomong jelek tentang orang lain adalah salah satu contoh "yang jahat" yang harus ditinggalkan atau dibuang. Kikir dan masa bodoh adalah contoh perbuatan jahat penghambat "melihat Allah". 
Memang betul, jika semakin giat beribadah seharusnya mendorong saya dan saudara selalu meniru yang baik.
Dan jika semakin giat melayani seharusnya mendorong saya dan saudara bersemangat melakukan yang baik. Ada amin saudara😊? Haleluya, Gbu selalu