Kamis, 12 Mei 2016

GAGAl KARENA SOMBONG

Tuhan  Yesus menegaskan, orang yang datang kegereja dan menganggap diri lebih suci dan lebih baik dari orang lain, tidak dikenan oleh Tuhan. Orang seperti itu buang-buang waktu saja dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Firman Allah: “orang yg menganggap diri suci itu, tidak dibenarkan” (ayat 14). Sebab dengan merasa diri benar, dia susah untuk menerima perubahan
Mengapa orang yang menganggap diri itu suci ditolak sementara orang yang menganggap diri berdosa dikenan Tuhan. Bukankah mereka sama-sama datang kegereja? Bukankah mereka sama-sama berdoa? Bukankah dengan  datang kegereja sudah melakukan syarat agama? Adilkah itu?

Saudara persoalannya bukanlah terletak di ibadah diikuti nya, bukan pula di doanya dan bukan pula dipihak Allah. Persoalannya adalah sikap hatinya. Orang yang pulang dan dibenarkan Allah itu menyadari keberdosaannya dan mengharapkan belas kasihan Allah, sementara orang yang sombong itu ditolak Tuhan. Orang sombong itu memegahkan moralitasnya serta memecah dengan persembahan persepuluhannya yang besar dan rutin (ay 10-11). Orang tersebut menepuk dada memegahkan diri dan lupa dengan kejahatannya. Ia mengukur dan membandingkan moralitasnya dengan moralitas orang lain. Dilarang sombong karena hal itu adalah jalan gagal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar