Seorang bayi hanya boleh minum susu, sebab kalau dipaksa makan makanan keras perutnya akan sakit. Sebaliknya orang dewasa harus makan makanan keras dan berkalori cukup, kalau tidak dia akan lemah, wajah kusut dan cepat layu. Secara sosial bayi tergantung dengan orang tuanya. Karena dia memang belum dapat hidup mandiri. Namun ketergantungan itu akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Dan setelah dewasa dia melepaskan diri sama sekali dari ketergantungannya bahkan menjadi tempat bergantung bagi anak-anaknya dikemudian hari.
Sebagai umat Tuhan, setiap anggota jemaat dipanggil untuk bertumbuh menjadi dewasa. Hal itu Nampak dalam pelayanan Yesus dengan murid-murid-Nya. Dalam jangka waktu 3 tahun Dia memperlengkapi mereka dengan firman, memberikan contoh melayani dan mengasihi jiwa-jiwa. Setelah itu Dia memberi mereka kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan melepaskan banyak orang dari ikatan setan-setan. Kongkritnya, Yesus Kristus memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melayani. Bahkan kunci kerajaan Sorga Yesus berikan, (Matius 16:19), Haleluya!! Kemudian memberi amanat Agung sebagai tanda kompetensi murid yg sudah diperlengkapi. Mereka dimentoring kemudian diutus kedunia. Setelah itu Dia naik ke surga meninggalkan mereka. Demikianlah cara Tuhan Yesus Kristus mengajar murid-murid supaya dewasa dan mandiri. Itulah pertumbuhan rohani. Hal itu menunjukan betapa perlu setiap orang mengalami pertumbuhan rohani. KUAT dan matang dalam pikran perasaan dan kehendak menghasilkan pribadi yang berkejuangan. Saudara dan saya diutus jadi saksi, tidak sekedar percaya. Gbu