Selasa, 30 Desember 2025

Tri warna

Shalom selamat hari Rabu, hari terakhir di Tahun 2025. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus yang karena anugerah-Nya menghantar kita tiba dihari ini, hari Rabu terakhir tahun '25. Wajiblah kita bersyukur!! Menurut ayat firman ini tertulis beberapa bentuk bersyukur tersebut, yaitu "mencari Tuhan". Arti mencari Tuhan ialah mengambil keputusan untuk selalu menyembah dan mengikut Tuhan. Bentuk bersyukur selanjutnya ialah mengingat mujizat yang sudah Tuhan karuniakan. Dimana oleh-Nya saya dan saudara ada sampai hari ini, sehat dan penuh berkat. Firman-Nya berkata:
"Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya," (1Tawarikh 16:11-12)
Jika diibaratkan warna, kehidupan dan keadaan sepanjang Tahun '25 ini adalah Tahun warna warni. Jika diibaratkan jalan, Tahun ini adalah Tahun bagai jalan penuh liku, terjal penuh rintangan penuh bahaya. Tetapi puji Tuhan haleluya, oleh anugera-Nya kita selamat....!!!
Semoga di Tahun depan warna yang kita alami cukup tiga warna saja. Warna putih, selalu hidup suci. Warna ungu, selalu mengagungkan Tuhan Yesus Kristus. Warna merah, selalu menunjukkan keberanian bertindak didalam iman. 
Tuhan kita adalah Sang Jalan, maka asal terus melangkah didalam kasih dan kuasa Tuhan Yesus Kristus, maka jalan yang akan kita tempuh adalah jalan yang lapang, berliku tetapi indah sekaligus terang benderang. Jalan yang memastikan saya dan saudara tiba ditujuan akhir. Terpujilah Tuhan, Haleluya. Gbu selalu

Jumat, 05 Desember 2025

BELAJAR DARI PEDAGANG

"Dalam segala perkara Tuhan mempunyai rencana" demikian pujangga bertitah. Saya katakan "amin!!" Walau demikian bukan berarti saya hanya berpangku tangan. Tugas kita sebagai umat Tuhan harus selalu benar, kreatif dan berdayatahan. Sedia payung sebelum hujan supaya terus berjalan dan tiba tepat waktu ditujuan. Saat badai menderu kita berhitung, kalkulasi daya tahan dan memeriksa perlengkapan. Saat terasa sudah lebih aman kita teruskan berjalan, saat badai terasa lebih hebat dan mengancam tak ada salahnya berhenti sejenak, sikap seperti itu beriman juga. Itu namanya kreatif bukan dosa. Sebab jika berbuat sesuatu setelah kondisi sempurna, itu keliru karena situasi seperti itu tidak akan pernah terjadi. Kondisi tak pernah menunggu. Kita yang harus bergerak ditengah fluktuasi kondisi. 
Bagaimana kita bersikap ditengah kondisi yang suka berubah?. Paling tidak, ada empat sikap yang perlu kita biasakan, yaitu: Pertama, Pastikan tujuan sebelum berjalan. Jika berjalan tanpa tujuan akan cenderung ikut ikutan, atau berputar putar. Jika sekedar ikut2an hasilnya pasti mini dan segera berhenti, rugi. 
Kedua, usahakan selalu melihat ke depan. Ada apa didepan? Bagaimana situasinya? Apa yang perlu saya persiapkan untuk bertahan? Itu yang disebut melihat kedepan. Dilarang lihat kebelakang. Yang sudah di belakang, yang sudah terjadi cukup kita buat sebagai pelajaran dan kenangan. Ketiga, kita perlu membuat rencana. Yang lebih detail, yang murni, yang baik yang benar, yang suci dan yang bisa jadi berkat. Keempat, kita perlu bertindak dengan cepat tidak tunda tunda. Jangan lihat sikap orang, jangan lihat tantangannya. Tetapi lihat Tuhan dengan jaminan kuasa dan penyertaan-Nya. Firman Tuhan berkata: *“Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai"* (Pengkhotbah 11:4) 
Angin itu suka berubah. Kadang sepo sepoi nyaman membuat ngantuk menggoda untk tidur, hati-hati. Angin Kadang menderu kencang yang membuat kita harus berpegangan, waspada ekstra. Kadang angin berhembus kekiri berhembus kekanan atau berputar tidak tentu arah bahkan jadi tornado, suka sukanya anginπŸ˜ƒπŸ€£ pasrah bae😊 Demikian juga dengan awan, suka berubah. Kadang tebal kadang tipis. Kadang berwarna putih enak dipandang pengin pegang dan genggam. Tetapi juga suka berwarna hitam tebal, jadi gelap membuat jangkauan pandangan tak panjang. Butuh cahaya butuh terang besar. Angin dan awan itu hampa bobot tak tertimbang. Jadi kenapa harus diperhitungkan?πŸ˜‡ Pandanglah Tuhan, dengarlah suaranya dan ikutilah tuntunan-Nya. Engkau akan berkata "luarbiasa" dan akupun berseru "Haleluuuuyaaa"πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‚πŸ˜‚, horass. Gbu selalu