Semua orang tua sayang sama anaknya. Kalau anak sakit, orang tua gelisah, kalau anak kehilangan gairah makan, orang tua jadi bingung. Setiap orang tua menghendaki anaknya berprestasi dan melakukan kebajikan.
Mengapa demikian? Karena anak adalah keturunannya, gambar mereka sebagai orang tua. Banyak orang memahami hal itu setelah mereka menjadi orang tua. Mereka ingin mengabdi memperbaiki sikap dan perilaku, tetapi sayang orang tua mereka sudah tidak ada lagi, Terlambat !!. Ada dua hal yang mereka lakukan setelah kerinduan yang baik tersebut terlambat, yaitu: Membangun atau memperbaiki makam orang tuanya. Yang kedua, menjaga nama baik dan kehormatan orang melalui cara hidup yang baik.
TUHAN yang esa dan Mahakudus itu berkenan dipanggil ‘Bapa’ kita, Bapa yang sangat dekat dengan anak-anakNya. Raja Daud berkata: “Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikianlah Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”(Maz 103:13). Tuhan pun sangat menghendaki setiap umat-Nya berprestasi gilang gemilang, sebab itu Dia memberikan kasih dan kuasa-Nya.
Tuhan yang sayang kepada manusia itu, sangat merindukan orang yang disayangiNya itu saling menyayangi, saling menolong dan dapat saling melupakan kesalahan. Oleh sebab itu mari kita responi kasih Allah dengan mengambil keputusan untuk lebih meningkatkan citra kita sebagai anggota tubuh Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar