Senin, 16 Mei 2016

BERKEMBANG

1 Tesalonika 5:23-26
Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia jika akan menggenapinya (24)
Setiap orang Kristen adalah gereja. Yang dipanggil dari dunia kemudian diperlengkapi dengan Roh kudus, Roh Allah itu sendiri. Oleh sebab itu kita sebagai Gereja kita Harus Bertumbuh! Bertumbuh berarti bergerak, dinamis dan berdampak. Gereja yg tidak bertumbuh adalah gereja yg mati. Pertumbuhan gereja harus dilihat dari dua sisi yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain.  Pertumbuhan keluar, yakni bertambahnya jumlah anggota, lingkungan pelayanan semakin luas. Pelayananpun semakin beragam dgn karunia yang semakin komplit dan  soliditas di intern jemaat pun semakin heran. Pertumbuhan kedalam. Pemantaban, pembinaan, penataan pelayanan berkesinambungan yg mengakibatkan jemaat itu semakin solid dan kokoh.
Bagaimana caranya agar pertumbuhan yang demikian bisa terjadi? Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Tesalonika ini mengajarkan beberapa hal, yang perlu jemaat lakukan setiap waktu, yaitu Jemaat harus senantiasa mengikut Tuhan dengan setia (1 Tes 1:6). Latar belakang sosial dan pendidikan anggota jemaat yang tinggi serta harta benda yg melimpah harus menjadi pendorong orang datang mengikut Yesus. (Kis 17:4)  
Dengan demikian setiap orang ikut meninggalkan kebiasaan yang menyimpang dan cara mencari nafkah yang jahat (1 Tes 4:3,11) dan rindu menerima setiap anggota sebagai seorang saudara (1 Tes 5:26). Kehidupan kota metropolis yang individualistis, mereka singkirkan demi tercapainya persekutuan yg harmonis dan penuh kasih sesuai dengan kehendak Allah (1 Tes 5:25-27).
Gereja yang bertumbuh adalah kerinduan setiap orang yang percaya, tetapi jalan untuk mencapainya sering kali salah. Tidak sedikit pelayan Tuhan justeru memakai metode bertumbuh yang diluar ketetapan Tuhan. Dari pada mengandalkan Rohkudus mereka memakai metode duniawi, yang berakibat mudah kecewa dan mudah jatuh kepada pencobaan. Tetapi, kepada setiap orang yang mau masuk dalam rencana dan cara Allah dan yang membiarkan kuasa Rohkudus terus menyala, kepadanya kuasa-Nya  akan terus diimpartasikan sehingga  mampu terus merefroduksi buah rohkudus. 
Sejak dahulu Pencurahan Rohkudus itu membawa dampak yang luar biasa untuk gerejanya. Sebab  itu setiap gereja baik gereja sebagai individu maupun gereja sebagai institusi sangat memerlukan Rohkudus. Rohkudus itu ibarat nafas bagi manusia. Gereja akan mati tanpa Rohkudus!!. Biarkanlah Rohkudus dengan api kuasanya itu terus berkobar didalam hidup kita masing-masing, Amin. (Doaku menyertai setiap saudara, Pdt Haposan Hutapea, STh, MA)
    

Kamis, 12 Mei 2016

GAGAl KARENA SOMBONG

Tuhan  Yesus menegaskan, orang yang datang kegereja dan menganggap diri lebih suci dan lebih baik dari orang lain, tidak dikenan oleh Tuhan. Orang seperti itu buang-buang waktu saja dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Firman Allah: “orang yg menganggap diri suci itu, tidak dibenarkan” (ayat 14). Sebab dengan merasa diri benar, dia susah untuk menerima perubahan
Mengapa orang yang menganggap diri itu suci ditolak sementara orang yang menganggap diri berdosa dikenan Tuhan. Bukankah mereka sama-sama datang kegereja? Bukankah mereka sama-sama berdoa? Bukankah dengan  datang kegereja sudah melakukan syarat agama? Adilkah itu?

Saudara persoalannya bukanlah terletak di ibadah diikuti nya, bukan pula di doanya dan bukan pula dipihak Allah. Persoalannya adalah sikap hatinya. Orang yang pulang dan dibenarkan Allah itu menyadari keberdosaannya dan mengharapkan belas kasihan Allah, sementara orang yang sombong itu ditolak Tuhan. Orang sombong itu memegahkan moralitasnya serta memecah dengan persembahan persepuluhannya yang besar dan rutin (ay 10-11). Orang tersebut menepuk dada memegahkan diri dan lupa dengan kejahatannya. Ia mengukur dan membandingkan moralitasnya dengan moralitas orang lain. Dilarang sombong karena hal itu adalah jalan gagal.