Senin, 04 Maret 2019

KARAKTER

Saya hanya hanya teruskan renungan ini , tentang karakter. Dari group  W A ring satu, kiriman bpk Pony resto gading s

RENUNGAN PAGI.............

*Banyaknya jadwal pelayanan, tidak menentukan bagusnya karaktermu..*

*Banyaknya jam doa, tidak menentukan dewasanya karaktermu..*

*Banyaknya manifestasi Roh Kudus yang kamu alami, tidak menentukan matangnya karaktermu..*

Mengapa ?

Karena karakter tidak dibentuk dari semua itu.
*KARAKTER DIBENTUK DARI UJIAN/PROSES dan WAKTU.*

*Apa KARAKTER itu ?*
_(Galatia 5:22-23)_

*Bagaimana reaksimu waktu berkendara di jalan raya.. itu karaktermu.*

*Bagaimana kamu memperlakukan pembantu rumah tanggamu/sopir pribadimu/sopir angkot/penjual sayur di pasar.. itu karaktermu.*

*Bagaimana sikapmu kepada teman-temanmu.. itu karaktermu.*

*Bagaimana reaksimu kepada waiter/waitres ketika menunggu makanan pesananmu yang lama nggak datang padahal kamu sudah kelaparan berat.. itu karaktermu.*

*Bagaimana kamu tunduk pada otoritasmu di rumah/sekolah/kampus/kantor/gereja.. itu karaktermu.*

*Bagaimana reaksimu ketika disalahkan, diperlakukan tidak adil, tidak dianggap, tidak dihormati, ditegur, dikritik, diperlakukan tidak sebagaimana mestinya (mengingat betapa tingginya derajatmu atau banyaknya uangmu).. itu karaktermu.*

*Karakter dibentuk setiap hari dan dengan setiap orang yang bersentuhan dengan kita*.

Pertanyaan pentingnya adalah..
_bagaimana orang disekitarmu mengenalmu ?_

Apakah mereka mengenalmu sebagai pribadi yg baik, sabar, penuh penguasaan diri ?
Atau pribadi pemarah dan bertemperamen tinggi ?

Apakah mereka mengenalmu sebagai pribadi yang murah hati, suka menolong, suka memberi ?
Atau pribadi yang pelit dan suka perhitungan ?

Apakah mereka mengenalmu sebagai pribadi yang murah senyum ?
Atau malah sebagai pribadi yang angkuh dan sombong ?

Apakah mereka mengenalmu sebagai pribadi yang punya integritas dan bisa pegang janji ?
Atau justru pribadi yang bocor mulut dan tidak punya integritas ?

*Dunia tidak terkesan dengan semua pelayananmu atau manifestasi Roh Kudus yang kamu alami.*
*Yang membawa kita bertemu dengan Bapa di sorga bukan lagi hebatnya pelayanan yang kita lakukan, atau banyaknya manifestasi Roh Kudus yg kita alami..*
*tapi KARAKTER KRISTUS yang ada dalam hidup kita !*
_(Matius 7:21-23)_

_*Self Introspection*_
_*Thank You Jesus*_

*_Selamat pagi...Tuhan Yesus Memberkati_*🙏🙏🙏

Senin, 16 Mei 2016

BERKEMBANG

1 Tesalonika 5:23-26
Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia jika akan menggenapinya (24)
Setiap orang Kristen adalah gereja. Yang dipanggil dari dunia kemudian diperlengkapi dengan Roh kudus, Roh Allah itu sendiri. Oleh sebab itu kita sebagai Gereja kita Harus Bertumbuh! Bertumbuh berarti bergerak, dinamis dan berdampak. Gereja yg tidak bertumbuh adalah gereja yg mati. Pertumbuhan gereja harus dilihat dari dua sisi yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain.  Pertumbuhan keluar, yakni bertambahnya jumlah anggota, lingkungan pelayanan semakin luas. Pelayananpun semakin beragam dgn karunia yang semakin komplit dan  soliditas di intern jemaat pun semakin heran. Pertumbuhan kedalam. Pemantaban, pembinaan, penataan pelayanan berkesinambungan yg mengakibatkan jemaat itu semakin solid dan kokoh.
Bagaimana caranya agar pertumbuhan yang demikian bisa terjadi? Rasul Paulus melalui suratnya kepada jemaat di Tesalonika ini mengajarkan beberapa hal, yang perlu jemaat lakukan setiap waktu, yaitu Jemaat harus senantiasa mengikut Tuhan dengan setia (1 Tes 1:6). Latar belakang sosial dan pendidikan anggota jemaat yang tinggi serta harta benda yg melimpah harus menjadi pendorong orang datang mengikut Yesus. (Kis 17:4)  
Dengan demikian setiap orang ikut meninggalkan kebiasaan yang menyimpang dan cara mencari nafkah yang jahat (1 Tes 4:3,11) dan rindu menerima setiap anggota sebagai seorang saudara (1 Tes 5:26). Kehidupan kota metropolis yang individualistis, mereka singkirkan demi tercapainya persekutuan yg harmonis dan penuh kasih sesuai dengan kehendak Allah (1 Tes 5:25-27).
Gereja yang bertumbuh adalah kerinduan setiap orang yang percaya, tetapi jalan untuk mencapainya sering kali salah. Tidak sedikit pelayan Tuhan justeru memakai metode bertumbuh yang diluar ketetapan Tuhan. Dari pada mengandalkan Rohkudus mereka memakai metode duniawi, yang berakibat mudah kecewa dan mudah jatuh kepada pencobaan. Tetapi, kepada setiap orang yang mau masuk dalam rencana dan cara Allah dan yang membiarkan kuasa Rohkudus terus menyala, kepadanya kuasa-Nya  akan terus diimpartasikan sehingga  mampu terus merefroduksi buah rohkudus. 
Sejak dahulu Pencurahan Rohkudus itu membawa dampak yang luar biasa untuk gerejanya. Sebab  itu setiap gereja baik gereja sebagai individu maupun gereja sebagai institusi sangat memerlukan Rohkudus. Rohkudus itu ibarat nafas bagi manusia. Gereja akan mati tanpa Rohkudus!!. Biarkanlah Rohkudus dengan api kuasanya itu terus berkobar didalam hidup kita masing-masing, Amin. (Doaku menyertai setiap saudara, Pdt Haposan Hutapea, STh, MA)
    

Kamis, 12 Mei 2016

GAGAl KARENA SOMBONG

Tuhan  Yesus menegaskan, orang yang datang kegereja dan menganggap diri lebih suci dan lebih baik dari orang lain, tidak dikenan oleh Tuhan. Orang seperti itu buang-buang waktu saja dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Firman Allah: “orang yg menganggap diri suci itu, tidak dibenarkan” (ayat 14). Sebab dengan merasa diri benar, dia susah untuk menerima perubahan
Mengapa orang yang menganggap diri itu suci ditolak sementara orang yang menganggap diri berdosa dikenan Tuhan. Bukankah mereka sama-sama datang kegereja? Bukankah mereka sama-sama berdoa? Bukankah dengan  datang kegereja sudah melakukan syarat agama? Adilkah itu?

Saudara persoalannya bukanlah terletak di ibadah diikuti nya, bukan pula di doanya dan bukan pula dipihak Allah. Persoalannya adalah sikap hatinya. Orang yang pulang dan dibenarkan Allah itu menyadari keberdosaannya dan mengharapkan belas kasihan Allah, sementara orang yang sombong itu ditolak Tuhan. Orang sombong itu memegahkan moralitasnya serta memecah dengan persembahan persepuluhannya yang besar dan rutin (ay 10-11). Orang tersebut menepuk dada memegahkan diri dan lupa dengan kejahatannya. Ia mengukur dan membandingkan moralitasnya dengan moralitas orang lain. Dilarang sombong karena hal itu adalah jalan gagal.

Kamis, 07 April 2016

KONSEKUEN DAN KONSISTEN

(Yosua 1:6 - 9)
......maka engkau akan berunung dan berhasil ( ayat 8b)
Tuhan mengetahui kegagalan anda. Ia juga mengetahui bahwa anda sedang diambang putus assa. 
Anda sudah berjuang dengan luar biasa. bekerja dari pagi sampai malam hari. Anda sudah menghubungi semua relasi yang anda miliki. Andapun sudah memakai metode muktahir anda..., tetapi anda tidak mengasilkan apa-apa! Anda gagal dan putus asa? Kegagalan dan putuas asa saudara ternyata karena salah anda sendiri. Anda mencoba mengandalkan pikiran dan kekuatan saudara ( Yeremia 17:5-6). Jika anda terus bertindak seperti itu, penderitaan anda akan semakin dalam. Bahkan menjadi terkutuk dihadapan Tuhan.
Saudara, Jangan putus asa! Putar haluan anda saat ini juga! Hampiri hadirat-Nya dan katakan kepada Tuhan: "Tuhan, aku membutuhkan Engkau. Aku sudah berdosa karena menyombongkan diri dihadapan-Mu. Aku mencoba mengandalkan diri dan hikmatku. Semuanya sia-sia belaka. Ternyata mengandalkan diriku sendiri tak menghasilkan apa-apa. kini saya berserah kepada-Mu". Saudara, jika anda tersungkur bertelut dan engkau bertutur jujur, itu sebuah langkah manjur bukan langkah mundur. Dan jika kemudian engkau menaikkan mazmur untuk bersyukur memuji Tuhan Yesus Kristus, engkau akan dibimbing-Nya bertindak terukur, dibuat-Nya engkau makmur dan engkau akan menikmat panjang umur. Percayalah!!
Saudara, jika anda sudah melakukan bagian Tuhan dan hidup sesuai metodenya Tuhan, engkau akan menikmati tuntunan-Nya yang membawa kemenangan. Tuhan Yesus Kristus akan menyatakan kuasa-Nya yg dahsyat itu didalam pekerjaan dan hidup anda. Dia akan terus mengurapi dan menolong anda dengan penyataan-Nya yang luar biasa. Haleluya.
Dalam nats diatas dituliskan: Janganlah engkau lupa memperkatakan Taurat ini tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindakhati-hati.sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yosua 1:8) Ada beberapa  hal yang kita temuakan dari ayat ini yang dapat kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari, yaitu:
Pertama, perpalingan kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar dan rambu nilai untuk setiap akifitas sosial akan membuat kita menikmati stndar mutu rohani serta kualitas penghasilan yang jauh lebih baik. Hasil yang kita dapat berlipat ganda dan kita leluasa menikmati hasil tersebut.


Kedua, perpalingan kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar dan rambu nilai akan mendorong kita untuk bertindak hati-hati, cerdas dan kreatif. Firman Tuhan akan memapkan mengekselerasi tugas dan panggilan hidup masing-masing. Bersama Tuhan dan firman-Nya kita akan sukses, tetapi diluar Tuhan dan firman-Nya, kita pasti gagal dan menjadi pecundang ( Yesaya 42:6a).
Ketiga, perpalingan kepada firman Tuhan dan membuat firman tersebut sebagai dasar dan rambu nilai akan memastikan setiap perjalanan menunaikan panggilan, baik sebagai pelayan Tuhan, sebagai karyawan, sebagai pebisnis dan sebagai anggota keluarga akan berhasil. Yang lemah menjadi kuat, yang kurang pendidikan akanberhikmat dan yang tersesat akan menemukan jalan.
Sejak dahulu kala, mulai dari zaman, Abraham, Ishak dan Yakub sampai zaman sekarang semua kesaksian menegaskan, tak ada yang sia-sia mengikut Tuhan Yesus Kristus. Angin kencang memang kerap mengancam, hujan dan badai pun sering menghadang, tetapi semuanya menghasilkan pelangi kehidupan yang indah. Haleluya. Selamat berjuang saudaraku, doaku menyertai saudara, Amin

Sabtu, 02 April 2016

ARTI SEBUAH TUJUAN

Di dalam sebuah pertandingan, tujuan utama ialah menjadi yang pertama. Dan untuk menjadi yang pertama harus  unggul di setiap tahapan laga. Untuk itu dibutuhkan persiapan, ketrampilan, strategi dan kerjasama dengan semua pihak.
Di dalam ke-kristenan yang diutamakan adalah bukti iman, yakni kebaikan. Kebaikan adalah aplikasi iman dan wujud dari pertobatan dan hidup baru. Hal itu berarti taat melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Ke-taatan melaksanakan Amanat Agung tersebut  terlihat melalui kesaksian yang nyata dimana jiwa-jiwa dibawa kepada Tuhan. Kemudian kualitas karya yang dihasilkan serta ethos kerja yang ditunjukkan dan nilai-nilai yang dianut. Amanat Agung bukanlah tugas individu melainkan tugas bersama dan dikerjakan terus menerus. Untuk itu dibutuhkan kemampuan untuk bekerjasama. Dalam kerja sama perbedaan pemikiran tidak tabu. Bahkan kritik dibuat menjadi koreksi. Protes dibuat menjadi evaluasi dan prestasi adalah momentum untuk  kontemplasi, sehingga kesanggupan bukan untuk bermegah diri melainkan saat untuk berteduh diri. Artinya tuaian yg besar tercipta karena kerjasama yang erat dengan berbagai pihak..
Tuhan menebus kita supaya masuk kepada rencana-Nya yang kekal, yakni diberkati untuk memberkati. Untuk sampai pada muara rencana Bapa tersebut, kita harus menunjukkan dua hal, yaitu:
Memiliki iman yang sejati. Supaya memiliki iman sejati seseorang harus menjadi murid yang sejati. Ia harus berlatih sebagai murid dan dilatih oleh guru sejati yaitu Yesus Kristus. Artinya ia harus diisi fooding rohani yakni Firman Allah. Saat firman disampaikan, kita membuka hati, siap ditegur dan diperbaharui  oleh firman tersebut. Jika dosa tersingkap, kita bertobat, takluk dan tersungkur. Tidak boleh nanduk melainkan tunduk karena firman adalah suara Tuhan Yesus Kristus.
Memiliki Buah Sejati. Iman orang percaya tidak boleh berhenti cuma sebagai benih. Tetapi haruslah bertumbuh  terus sampai berbuah. Orang Kristen yang memuliakan Tuhan terlihat melalui buah yang dihasilkan. Dalam perjalanan waktu akan ketahuan buah tersebut matang di pohon atau matang karbitan. Buah yang matang dipohon pasti manis sekaligus menyegarkan, sementara buah yg matang dikarbit seringkali terasa sepat dan sering membuat gigi jadi ngilu. Buah sebagai murid Kristus itu dapat dibagi dengan tiga bagian, yaitu: Buah pertobatan, yaitu hidup yang diperbaharui sampai akhir. Buah jiwa-jiwa, yaitu memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Buah pelayanan, yaitu melayani Tuhan sampai akhir (Yohanes 15:27).Hidup yang berbuah terjadi hanya dengan pembaharuan oleh Roh kudus dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai umat tebusan Kristus. Demikianlah tujuan Kristen. Gbu selalu

Jumat, 25 Maret 2016

Atmosfir positif

Tuhan telah menghantar kita masuk di hari ini, hari yang penuh dengan berkat Tuhan, Terpujilah nama-Nya. Banyak perkara yang kita alami dan banyak berkat dan rahmat Tuhan yang kita nikmati. semuanya anugerah-Nya. Itulah sebabnya kita harus menaikkan syukur yang berlimpah kepada Tuhan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk bersyukur. Nyanyian ini boleh kita kumandangkan dengan penuh penghayatan: " ’ku ada sebagai mana ‘ku ada, berdiri menghadap tahtaMu Bapa, semua karena anugerah-Mu tercurah bagiku. Besar anugerah-MU, berlimpah kasih-Mu. Semakin hari semakin bertambah, besar anugerah-MU". Yang lain barangkali bersyukur dengan cara berbagi amal. Yang lain bersykur dengan berpantang makan. Bagainapun caranya semuanya itu baik adanya.
Saudara tentu setuju, yang menghantar kita masuk dihari ini hanyalah Tuhan Yesus Kristus. Hari demi hari kita lalui dengan berbagai masalah. Kita sering mengalami seakan tak ada lagi jalan dan ingin menyerah angkat tangan, ternyata Tuhan berikan jalan yang sangat lapang. Saudara, kasih-Nya lah yang menghantar kita tiba dengan sejahtera dihari ini, Luar biasa,!!! Bukankah sudah selayaknya kita menaikkan syukur....... Apapun Agama anda bersyukurlah dan isilah setiap hari dengan perkara yang mulia fosditif dan bermanfaat. Hidup anda akan berubah. Atmosfir positif akan menaungi anda. Kegembiraan yang ajaib akan melingkupi saudara. Kehadiranmu ditengah-tengah orang lain sangat dinanti-nantikan. Anda menjadi tampil berbeda. Dahsyat dan penuh kehangatan.

Selasa, 22 Maret 2016

ANDA DIRANCANG JADI PEMENANG

1 Petrus 2:1-17
Tetapi kamulah bagsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,........(ayat 9)
Tuhan Yesus Kristus merancang setiap gereja untuk merasakan lawatan Kuasa-Nya serta tanda-tanda heran yang luar biasa dan menyatakannya kepada dunia, dan berdampak besar. Yang miskin jadi kaya, yang bimbang jadi teguh iman, yang pesimis menjadi optimis, yang terikat banyak hal akan menikmati pembebasan. Sebab jika urapan Allah turun mujizat pun akan terjadi. Timbul kegerakan yang luar biasa dan ribuan orang akan datang dan mengaku bahwa di setiap gereja ada hadirat Allah. Ada dua hal yang perlu kita lakukan untuk menyongsong kegerakan yang luar biasa tersebut. Setiap orang mempersiapkan diri dengan sungguh sungguh sambil meningkatkan kompetensinya masing-masing. Kita tingkatkan kualitas rohani dengan pertobatan yang total. Hidup kudus serta  masuk dalam pembaharuan budi yang terus-menerus. Dengan demikian kita mengenal sekaligus mengalahkan tipu daya setan yang pasti semakin giat menggagalkan kemenangan dengan cara merusak kebersamaan kita (1Petrus 5:6-8). Kita buang segala bentuk media perdukunan dan berhala-berhala kuasa kegelapan (Yeremia 17:5-6). Bebaskan dirimu dari ikat setan dan jimat-jimat dan tahayul nenek moyang yang mencelakakan Yesaya 55:6-9). Dan biarlah engkau percaya hanya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan mengandalkanNya disegala keadaan. ( Yeremia 17:7-8 )
Tampa, FLorida, USA downtown city skyline on the Hillsborough River.
disadur dari google
Jadi setiap orang Kristen harus menyadari, kehadiran saudara ditempat sekarang merupakan sebuah alat (Rekayasa) Tuhan untuk mewujudkan rencana Agung-Nya untuk kegerakan besar tersebut. Roh kudus bekerja dengan cara-Nya sendiri melampaui pengertian manusia. Roh kudus ingin mengatakan, semua yang kita korbankan untuk gereja-Nya, tidak ada yang sia-sia (1 Korintus 15:58). Tuhan selalu memperhitungkan semuanya. Tuhan itu tanpa batas, imanilah itu! Tuhan itu Maha tinggi, yakinlah dan taklukkanlah pikiranmu kepada pikiran-Nya (1 Korintus 2:16; Kolose 3:3-5)!
Pekerjaan Rohkudus di Gereja tempat saudara beribadah pasti sungguh luar biasa. Banyak tantangan dan keterbatasan dihadapi majelis dan Pendeta saudara. Tetapi puji Tuhan, sampai hari ini gereja saudara tetap ada. Tuhan bekerja dengan mengirimkan para hamba-hamba-Nya dan saudara menjadi pahlawan iman untuk membela jemaat-Nya, Haleluya.
Setiap sejarah selalu meninggalkan jejak perjuangan para pahlawan yang tidak kenal lelah. Banyak orang yang meninggalkan jejak perjuangan. Mereka mengorbankan apa saja yang bisa mereka korbankan. Mereka mempersembahkan waktu, tenaga, uang dan pikiran mereka demi pekerjaan Tuhan dan mereka bersuka-cita. Itulah sebabnya setiap generasi anggota jemaat harus mengenang para pahlawan iman tersebut dan memberikan apresiasi melalui estafet pengabdian yang lebih  tulus dan kudus ( Imamat 19:1-2).
Sebagai Orang percaya kita perlu terus membangn diri sehingga setiap pribadi menjadi pelayan yang penuh semangat dengan kompetensi yang teruji dari berbagai dimensi spesialisasi ilmu. Mari terus melayani dengan totalitas. Mengatasi masalah dengan lugas dan bekerja sampai tuntas. Lakukan semua tanpa pamrih, biarlah Tuhan yang memberi kita upah. Upah dari manusia itu terbatas, tetapi upah dari Tuhan itu sangat besar, dahsyat, Haleluya (ayat 12-17), Amin  
(Pdt. Haposan R Hutapea, STh, MA)